MAJALAH SEMBOYAN

MAJALAH SEMBOYAN Created by BestTheme.Net

Popular Posts

Salam Pramuka!
Kegiatan Peserta Didik
Kegiatan Anggota Dewasa

LAGU LAGU PRAMUKA

LAGU LAGU PRAMUKA
KLIK GAMBAR UNTUK MENDENGARKAN

VIDEO PBB TNI PADA GIAT PRAMUKA

LENSA GIAT KITA

lihat video lainya di
SEMBOYAN VIDEO

GPS TUTORIAL PADA GOOGLE EARTH


networkedblogs

BBM CHANEL


HALAMAN

ANDA PENGUNJUNG KE

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

VIDEO TO DAY

VIDEO TO DAY
CONTOH FORMASI LKBB

VERSI ANDROID

SEMBOYAN RADIO

SEMBOYAN TV

TRAILER 5 ELANG

THEMA HP 50 TAHUN PRAMUKA

MAJALAH SEMBOYAN DIGITAL

DOWN LOAD AREA

Blog Archive

MAJALAH SEMBOYAN

MEDIA RESMI KWARCAB KABUPATEN BANDUNG DAN KABUPATEN BANDUNG BARAT ...

INFORMASI

Mengemas informasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarcab maupun Kwarran serta Gugudepan yang berada diwilayah Kwarcab Kabupaten Bandung dan Bandung Barat ...

Semboyan Digital Media.

Sebagai sarana alternatif penyajian berita kegiatan secara online ...

Media Publikasi

Media Publikasi bagi Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ...

Mari Berbagi Informasi

Mari berbagi Infomasi Kirimkan berita kegiatan ke alamat Redaksi Gedung Pramuka Kwarcab Kab Bandung Jl RAA Wiranatakusumah No 19 Baleendah....

Featured Post 2

Cara Cepat dan Mudah Belajar Menggunakan GPS

GPS (Global Positioning System) sudah menjadi alat yang wajib dibawa bagi para surveyor dalam melakukan pengamatan vegetasi, satwaliar, fisik lingkungan, dan sebagainya. Dengan menggunakan GPS, kita dapat menentukan lokasi geografis dari suatu titik pengamatan maupun track perjalanan survey. Fungsi altimeter sebagai alat pengukur ketinggian suatu lokasi dan kompas untuk menentukan arah azimuth sudah dapat diwakili dengan menggunakan GPS.
"Cara menggunakan GPS itu susah / ribet gak sih?"
Silahkan cek Cara Cepat dan Mudah Belajar Menggunakan GPS berikut ini >>



NAMA-NAMA BAGIAN GPS
GPS Antenna, Power Key, LCD Display, IN/OUT(ZOOM) Key, Page Key, Rocker Key, Find Key, Mark Key, Qiut Key, Enter Key, Menu Key.

MENGAWALI MENGGUNAKAN GPS
Sebelum dapat memulai menggunakan GPS 60, harus menunggu dulu “The GPS to initialize”. Proses ini mengijinkan GPS 60 untuk menerima dan menyimpan informasi satelit dan mulai menggunakan satelit untuk navigasi. Pengawalan terjadi secara otomatis dan memerlukan waktu hanya beberapa menit saja.
Untuk memulai The Unit, memerlukan satelit.
1. Bawa GPS 60 ke luar ruangan dimana keadaan pemandangan langit cerah dan hidupkan GPS.
2. Tinggu selama GPS mencari sinyal satelit. Selama “Unit” sedang dicari, di layar GPS akan terlihat berita “Acquiring Satellities”
3. Sekali waktu GPS 60 telah menerima sinyal satelit, lokasi yang ditempati anda sekarang tampil tercatat dalam bentuk koordinat yang terlihat di puncak “Page”.
Jika dalam keadaan tertentu GPS 60 tidak dapat mengumpulkan informasi satelit yang diperlukan, cobalah bawa GPS 60 bergerak jalan menuju ke suatu bangunan bertebing, pohon, atau rintangan lain. Mengaculah ke “Owner’s Manual” untuk informasi lebih lanjut.

MENGATUR CAHAYA TERANG DAN KONTRAS
Jika tidak bisa melihat layar GPS 60 dengan jelas, misal di malam hari, aturlah “brightness” dan “contrast” dari “Backlight”.
1. Tekan dan bebaskan tombol POWER.
2. Tekan tombol ROCKER ke atas atau ke bawah untuk menambah dan mengurangi cahaya layar.
3. Tekan tombol ROCKER ke kiri atau ke kanan untuk merubah tingkat kekontrasan layar. Tekan tombol QUIT untuk keluar.

MENAMPILKAN HALAMAN UTAMA
GPS 60 mampu memperlihatkan seluruh informasi yang dibutuhkan untuk navigasi di lima halaman utama, yaitu The Satellite Page, Trip Computer Page, Map Page, Compass Page, dan Main Menu Page. Tekanlah tombol Page Key untuk melihat masing-masing Main Page di tampilan yang dipesan.

MEMASUKKAN DATA
Untuk memasukkan atau mengubah data, gunakan tombol ROCKER dan ENTER. Tekan tombol ROCKER ke kiri, katan, atas dan bawah untuk menyorot “The Field” yang ingin di rubah. Tekan tombol ENTER untuk memilih “The Field”. Kemudian gunakan tombol ROCKER untuk memilih suatu pilihan dari sebuah “Menu” dan tekan tombol ENTER.
Anda mungkin butuh untuk memasukan kata-kata atau nomor dengan bantuan ROCKER dan sebuah “on-screen keyboard”. Untuk memasukan data, gunakan ROCKER untuk menyorot sebuah kata nama atau nomor. Tekan tombol ENTER untuk memilih kata nama atau nomor yang disorot. Teruskan pemilihan kata nama dengan ROCKER dan ENTER. Jika sudah selesai, sorot “OK” dan tekan tombol “ENTER”.

PENANDAAN “WAYPOINT”
Waypoint adalah setiap titik pada Map Page yang tersimpan di memory. Anda dapat menciptakan sebuah Waypoint di lokasi anda sekarang, nama Waypoint, dan menyimpannya untuk digunakan dalam sebuah route. Untuk menandai sebuah Waypoint :
1. Dari “Map Page”, tekan MARK, maka tampilah Mark Waypoint Page.
2. Untuk memberi nama Waypoint, gunakan tombol ROCKER dan sorot “Name” lalu tekan tombol ENTER.
3. Masukan nama untuk Waypoint pada keyboard menggunakan tombol ROCKER dan ENTER.
4. Sorot “OK” dan tekan tombol ENTER untuk menyimpan Waypoint.

MENCIPTAKAN DAN MENAMPILKAN TRACK
Track dapat diterjemahkan seperti sebuah jejak kaki. Jejak-jejak kaki diperlihatkaan dengan teliti ke arah manapun anda bergerak. Track tampak seperti titik-titik pada layar “Map Page”. GPS 60 secara otomatis mencatat track-tract dari perpindahan anda dan ditampilkan seperti garis bertitik, yang disebut “a track log”. Untuk memandang atau melihat track pada layar :
1. Tekan tombol PAGE sampai anda melihat layar “Map Page.
2. Jalan kakilah mulai dari lokasi anda sekarang selama kurang lebih 3 menit.
3. Tekanlah tombol IN untuk memperbesar di layar Map Page hingga anda dapat melihat “track log” anda.

MENCARI TEMPAT
Menggunakan “Find Page”, anda dapat mencari Waypoints, Geocache points, atau Cities. Jika anda telah menyimpan data di GPS 60, maka anda dapat mencarinya kembali.
Untuk menemukan Waypoint :
1. Tekan “Find”, maka Find Page tampil. Kemudian sorot “Waypoint”, dan tekan ENTER.
2. Gunakan ROCKER untuk menggunlung daftar nama dan sorot “Waypoint” yang ingin anda dapatkan. Tekan ENTER untuk memilih Waypoint. Layar informasi “Waypoint” tampil.
3. Gunakan ROCKER untuk menyorot Map dan tekan ENTER jika anda ingin melihat Waypoint di peta. Pilih “Go To” untuk memulai navigasi.


MENCIPTAKAN RUTE
Rute adalah arah sebuah garis lurus dari satu titik ke titik lainnya, atau dari satu titik ke beberapa titik lainnya. Anda dapat menciptakan sebuah rute sederhana, dengan mendapatkan sebuah “Waypoint” dan pilihan “Go To. Anda dapat menciptakan rute-rute yang lebih kompleks yang melibatkan banyak titik dengan “Routes Page”.
Untuk menciptakan sebuah rute :
1. Tekan tombol PAGE hingga anda melihat Main Menu Page. Gunakan ROCKER untuk menyorot Routes dan tekan ENTER. Kemudian tekan ENTER sekali lagi untuk menciptakan sebuah rute baru.
2. Sorot

User posted image


Navigasi Darat

Navigasi darat
merupakan teknik menentukan posisi dan arah lintasan di peta maupun pada medan sebenarnya (khususnya di daratan). Keahlian ini sangat mutlak dimiliki oleh penggemar kegiatan alam terbuka karena akan memudahkan perjalanan kita ke daerah yang khususnya belum kita kenal sama sekali Disamping itu, keahlian ini sangat berguna dalam usaha pencarian korban kecelakaan tersesat atau bencana alam Untuk itu dibutuhkan pemahaman kompas dan peta serta teknik penggunaannya

PETA DARAT
Hakekat Peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi diatas bidang datar dalam ukuran diperkecil yang kebenaranya dapat dipertanggung jawabkan secara visual atau matematis yang menyajikan informasi tentang bumi

Macam Peta
Secara menyeluruh peta dapat digolongkan berdasarkan skala/kedar tujuan penggunaan cakupan daerah proyeksi gambar tanda dan simbol peta kecocokan informasi tingkat ketelitian survei proses terjadinya dan isi/ informasinya Dari sudut pandang isi/informasi yang dimuat suatu peta terdapat 2 jenis peta berdasar golongan ini, yakni :
- Peta topografi
- Peta tematik
Peta topografi inilah yang kita gunakan dalam kegiatan navigasi darat.


PETA TOPOGRAFI
User posted image

UMUM

Topografi merupakan gabungan kata topos yang berarti tempat dan graphi yangg berarti menggambar yang berasal dari bahasa yunani kuno Jadi peta topografi berarti peta yang menggambarkan posisi mendatar dan posisi tegak dari semua benda yang membentuk atau berada di permukaan bumi. Isinya terdiri dari 4 ciri, yakni : relief (ketinggian), perairan (seperti Sungai danau), Tumbuhan ( Hutan ,semak, kelapa) dan hasil budaya manusia (jalan raya, bangunan, jembatan). Peta ini biasa di sebut peta umum karena isinya yang lebih lengkap. Adalah gambaran pengganti yang mewakili bagian medan, benda medan atau tanda medan sehingga dapat dibayangkan keadaan medan sesungguhnya secara tepat dan jelas. Berdasar warnanya, tanda peta mempunyai arti sebagai berikut :
- Hitam berarti Benda-benda buatan manusia
- Biru berarti medan yang berhubungan dengan air
- Merah berarti benda buatan manusia yang dibuat dari bahan batu
- Coklat berarti begian bentuk medan (ketinggian)
- Hijau berarti perumahan, tumbuhan, perkampungan, dan sebagainya.

Menurut bentuknya tanda peta terdiri atas:
- Titik, yang menyatakan lokasi atau tempat seperti letak kota, letak titik ketinggian.
- Garis, yang menyatakan bentuk-bentuk yang berwujud garis, seperti garis pantai, batas hutan, jalan, dan lain-lain.
- Gambar , yang menyatkan bentuk garis berpola yang menyatakan tumbuhan misal.
- Luas, yang menyatakan begian medan atau benda medan yang berbentuk daerah.
- Huruf, yang bisa berupa singkatan huruf depan Keterangan tepi peta
- Judul peta pada margin atas tengah, yang di ambil dari salah satu nama Geografi atau tempat yeng terbesar/terkenal dari daerah pada peta tersebut.
- Nama daerah yang dipetakan pada margin atas kiri , yang diambil dari nama daerah tingkat I (tergantung pada versi peta)
- Nomor helai peta pada margin atas kanan.
- Petujuk letak peta pada margin bawah kiri, yang menunjukan letak peta tersebut dari peta keseluruhan
- Pembagian daerah pada mergin bawah kanan yang menjelaskan pembagian daerah dari propinsi hingga kecamatan.
- Utara pada margin bawah kiri , yang menunjukan utara peta, utara megnetis, serta utara sebenarnya.
- Legenda pada margin bawah tengah yang menyajikan keterangan/penjeklasan arti simbol yang ada.

ARAH PETA
Untuk mengetahui arah peta yang perlu diperhatikan adalah arah utara peta dengan cara memperhatikan arah huruf-huruf tulisan pada peta yang juga berarti arah utara peta. Pada tanda-tanda peta juga terdapat penunjuk arah utara peta, utara sebenarnya serta utara
magnetis
- Utara sebenarnya (US) adalah arah ke kutub utara bumi yang dilalui oleh garis bujur/meridian.
- Utara magnetis (UM) adalah arah kekutub utara megnet yang ditunjukan oleh jarum kompas
- Utara Grid (UG/UP) adalah garis utara yang ditunjukan oleh garis vertikal pada peta yang juga disebut Utara Peta.
Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub megnetis bergeser dari tahun ke tahun yang menyebabkan terjadinya variasi magnetis. Untuk tujuan praktis variasi magnetis dan iktilaf (Penyimpangan arah utara)
dapat kita abaikan. Tetapi untuk kepentingan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi, kondisi diatas harus ikut kita perhitungkan juga
- Iktilaf Peta adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara peta, yang terjadi karena perataan jarak paralel geris bujur peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang di gambarkan pada peta, atau sudut antara US dan UP.
- Iktilaf Magnetis adalah beda sudut antara utara sebenarnya dengan utara megnetis. IM kebarat apabila ujung jarum kompas ada di sebelah barat US Sebaliknya IM ketimur apabila ujung jarum kompas ada di sebelah timur US
- Iktilaf Peta-Magnetis, adalah beda sudut utara peta dengan utara magnetis
- Variasi Magnetis, adalah perubahan/ pergeseran sudut utara megnetis dari waktu ke waktu. Pergeseran positif menunjukan pergeseran kearah timur sedang negatif berarti pergeseran kearah barat.

SKALA
Skala atau kedar adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak mendatar di medan. Terdapat 2 jenis skala pada peta, yakni skala angka dan skala garis. Untuk skala angka, perbandinagan langsung
ditunjukan dalam satuan yang sama (cm) sedang pada skala garis terdapat beberapa ruas garis yang masing-masing menunjukan jarak tertentu (km).

Kontur
Adalah garis khayal diatas permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik yang tingginya sama. Sifat dari kontur adalah :
- Pebedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter.
- Kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali pada kawah/depresi
- Antar kontur tidak akan saling berpotongan
- Kontur yang menjorok kedalam merupakan lembahan dan bisa terdapat sungai
- Kontur yang menjorok keluar merupakan punggungan.
- Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut.
- Makin rapat kontur menunjukan daerah yang makin terjal/curam.

Mengenal Tanda Medan
Disamping legenda sebagai pengenal tanda medan, bentukanbentukan alam yang cukup mencolok dan mudah dikenali dapat kita pergunakan juga sebagai tanda medan. Tanda medan harus kita ketahui dan kita cocokan pada peta sebelum kita memulai pengembaraan. Tanda Medan yang cukup mudah untuh di amati dapat berupa :
- Puncakan gunung atau bukit dan bentukan-bentukan tonjolan lain yang cukup ekstrim,
- Punggungan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf U menjorok menjauhi puncak
- lembahan merupakan rangkaian kontur yang menyerupai huruf V menjorok mendekati puncak.
- Saddle, daerah pertemuan 2 ketinggian
- Belokan kujalan sungai jembatan ujung jalan
- Garis batas pantai muara sungai, tanjung, dan teluk yang mudah kita kenali

Masih banyak tanda medan yang dapat kita kenali dan kita cocokan dengan keadaan di alamnya. Jam terbang akan sangat menambah pengetahuan tentang tanda medan ini. Selain peta, peralatan Navigasi darat lainya antara lain :

KOMPAS
Adalah alat penunjuk arah, yakni arah utara maknetis bumi yang di sebabkan oleh sifat kemagnetisannya karena sifat ini maka jauhkan kompas terutama pada saat mempergunakannya dari pengaruh benda=benda yang terbuat dari baja atau besi, karena akan menyebabkan penunjuk yang salah pada jarumnya
Bagian-bagian Kompas Secara garis besar, kompas terdiri dari :
- Badan, tempat komponen lain berada dan terlindungi
- Jarum, yang selalu menunjukan arah utara magnetis bumi
- Skala penunjuk, Menunjukan Pembagian derajat/mil sebagai sistemsatuan arah mata angin.

Jenis Kompas
Terdapat banyak jenis kompas yang ada yang dapat kita pergunakan dalam perjalanan secara garis besarnya dapat kita bedakan sebagai berikut :
- Kompas orienterring untuk tujuan praktis tetapi mempunyai akurasi yang kurang baik. Sering disebut sebagai kompas Silva (nama merk)
- Kompas bidik membutuhkan peralatan navigasi lain untuk kelengkapanya, tetapi akurasinya sangat tinggi. Kompas bidik ini dapat kita bedakan berdasar kaca pembacanya : kompas lensa, kompas Prismatik, kompas Optik

Cara Pemakain Kompas
Dalam pemakainya, usahakan dalam keadaan Horisontal dengan arah garis utara megnetis bumi. Hindarkan bende-benda yang terbuat dari besi/baja agar tidak terjadi penyimpangan dalam penunjukan jarum kompas. Busur derajat atau Protaktor Busur derajat atau protaktor terdapat beberapa bentuk derajat yang dapat kita gunakan yakni lingkaran setengah lingkaran segi empat
dari bujur sangkar, tetapi untuk kepraktisan dan kelengkapannya, protaktor lebih menjanjikan, karena disamping pembagian arah mata angin dalam derajat dan mil juga tersedia skala pengukuran panjang
dan tali pusat untuk memperpanjang pengikiran dan pempermudah perhitungan azimuth dan back azimuth.
Peralatan-peralatan pendukung lainnya seperti penggaris altimeter untuk membentu menentukan ketinggian dan peralatan tercanggih untuk menentukan posisi secara langsung dengan menggunakan bantuan satelit yakni GPS (Global Positioning System)

Menentukan Koordinat
Koordinat adalah kedudukan sesuatu pada peta, yang merupakan pertemuan garis tegak dan mendatar dari suatu lembaran peta topografi. Sistem koordinat yang resmi ada dua macam :
- Koordinat Geografis, sering disebut sistem Garis Bujur dan Lintang. Sumbu yang digunakan adalah garis Bujur ( Bujur barat dan Timur) yang tegak lurus terhadap Khatulistiwa dan garis lintang (lintang Utara dan Selatan) yang sejajar dengan khatulistiwa. Koordinat ini dinyatakan dalam satuan menit, derajat, dan detik
- Koordinat Grid, dalam sistem ini kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap titik acuan (Grid). Untuk wilayah Indonesia titik acuan nol terdapat di sebelah barat Jakarta pada 60 derajat LU dan 98 derajat BT (tergantung versi peta) . Cara pembacaanya selalu dari barat ke timur (kiri ke kanan) kemudian dari Selatan ke Utara ( bawah ke atas). Sistem ini dapat di bagi beberapa cara pembacaan yaitu 4 angka, 6 angka, 8 angka, dst.

AZIMUTH DAN BACK AZIMUTH
Azimut didefinisikan sebagai sudut horisontal yang diukur searah jarum jam dari garis dasar atau secara ringkasnya sudut dari suatu titik terhadap arah utara pengamat. Karena ada tiga jenis arah utara (UP, UM, US) maka azimut juga terdapat 3 jenis berdasarkan ketiga arah utara tersebut, yaitu Azimut Peta azimut Magnetis, dan azimut sebenarnya, Untuk membuat lintasan tetap berada pada satu garis lurus, kita dapat berjalan dari suatu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap(potong kompas), dapat menggunakan teknik back azimut. Back azimut adalah sudut arah dari suatu garis dilihat menurut arah kebalikannya.

Langkah-langkah potong kompas :

User posted image

- Tentukan titik awal dan akhir perjalanan, plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut kompasnya serta sudut back azimutnya.
- Bidikkan kompas sesuai sudut antara titik awal dan titik akhir
- Bila memakai kompas orienteering, putar gelang sampai tanda (huruf N) pada kompas sebidang dengan jarum berwarna merah. Pada kompas bidik prinsipnya sama.
- Bidikan kompas kembali kebelakang sesuai sudut back azimut dari tanda medan tersebut untuk mengecek apakah kita masih berada pada lintasan yang diingikan.

User posted image

ORIENTASI PETA
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya. Untuk keperluan ini kita perlu mengetahui tanda-tanda medan yang ada di lokasi dan mencocokanya dengan kontur yang
ada di peta. Untuk keperluan praktis utara kompas (magnetis) dapat kita anggap sejajar dengan utara sebenarnya tanpa memperhitungkan deklinasinya. Langkah-langkah orientasi pada peta :
- Cari tempat yang terbuka untuk melihat tanda-tanda medan yang mencolok (dapat dikenali)
- Letakan peta pada bidang datar
- Samakan utara peta dengan utara kompas, sehingga peta sesuai dengan bentang alam yang ada.
- Cari tanda-tanda medan dilokasi dan himpitkan dengan tanda medan yang ada di peta ( seperti jalan raya, sungai,dll)
- Tanpa memperhitungkan deklinasinya, letakan kompas sedemikian rupa sehingga sumbu pokok kompas terletak diatas garis batas lembar kiri atau kanan peta dan kita putar peta beserta kompasnya
sampai jarum kompas terletek satu garis dengan garis peta tersebut.

RESECTION
Digunakan untuk mengetahui posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang kita kenal. Tidak semua tanda medan harus kita bidik, seperti ketika kita sedang berada di tepi sungai lainnya yang di bidik.

Langkah-langkah resection :
- Lakukan orientasi peta
- Tentukan minimal dua tanda medan dilapangan dan kita ukur azimut dan back azimutnya. Sudut antara tempat kita dengan dua tanda medan tersebut minimal 30 derajat maksimal 150 derajat
- Tarik garis back azimut dari kedua titik medan itu sehingga terjadi perpotongan antara keduanya.
- Perpotongan tersebut adalah kedudukan kita di peta.

User posted image

INTERSECTION

User posted image

Cara ini digunakan untuk mengetahui atau untuk menentukan posisi suatu titik atau benda di medan pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan.

Langkah-langkahnya :
- Lakukan orientasi peta dan resection untuk menentukan posisi kita dititik A.
- Bidik obyek dari titk A tersebut, catat azimut dan back azimutnya
- Bergerak ke posisi lain dan melakukan orientasi serta resection untuk menentukan posisi kita di B.
- Bidik obyek dari titk B tersebut, catat azimut dan back azimutnya
- Perpotongan azimut dari titik A dan B tersebut adalah letak obyek yang kita inginkan di peta.


MENTUKAN ARAH TANPA KOMPAS
Dengan tanda-tanda alam misalnya :
- Kuburan Islam selalu menghadap ke utara
- Masjid selalu menghadap ke kiblat
- Bagian tumbuhan yang berlumut tebal menunjukan arah timur karena sinar matahari belum terik pada pagi hari

Dengan menggunakan jam tangan
- Hanya dapat digunakan untuk daerah yang jauh dari khatulistiwa (minimal 23 derajat LU atau LS).
- Daerah sebelah utara khatulistiwa : Jarum pendek diarahkan ke matahari, arah antara jarum pendek dan angka 12 menunjukan arah selatan.
- Daerah sebelah selatan Khatulistiwa : arahkan angka 12 ke matahari. Arah antara angka 12 dan jarum pendek menunjukan arah utara.

Dengan menggunakan Bintang
- Bintang selatan (Zuider Kruis), bila kita menghubungkan bintangbintang yang terjauh satu sama lain lalu kita tarik garis khayal sampai memotong tepi langit,maka titik pertemuan itu adalah pertemuan itu adalah selatan.
- Bintang Biduk, apabila dihubungkan bintang-bintang ini akan membentuk gambar biduk. Garis yang ditarik dari bintang yang letaknya segaris akan menunjukan arah utara.
- Rasi bintang Crux (bitang salib/Gubuk Penceng), perpanjangan garis diagonal yang memotong horison dari tempat kita adalah arah selatan.
- Arah bulan, bintang, dan Matahari yang terbit di timur dan tenggelam di barat.

Grup Pecinta Astronomi Ilmu perbintangan atau ilmu astronomi Tiongkok Kuno mempunyai beberapa keunikan yang berbeda dengan ilmu perbintangan lainnya! seperti yang dikutip dibawah ini!

Ciri Khas Ilmu Perbintangan Tiongkok Kuno Ilmu perbintangan Tiongkok kuno memiliki beberapa ciri khas seperti di bawah ini:
1. Susunan almanak telah mendorong seluruh perkembangan ilmu perbintangan Tiongkok. Pada zaman Tiongkok kuno, mengeluarkan susunan almanak adalah salah satu lambang kekuasaan kaisar, maka pergantian dinasti kadang-kadang juga mengganti nama tahun, mengganti almanak. Sejak dinasti Qin (221-207 SM) dan dinasti Han (206 SM-220 M), kira-kira sudah lebih dari 100 macam almanak.


Orang dahulu percaya bahwa fenomena alam sebagai petunjuk nasib dan kekuatan negara, maka mementingkan peredaran matahari dan bulan, memperhitungkan gerhana matahari dan gerhana bulan, timbul dan tenggelamnya 5 besar planet (air, emas, api, kayu, tanah ), penentuan panjang-pendeknya tiap-tiap musim, fenomena bintang selatan dan tengah pada tiap bulan, pencatatan penentuan baca serta penjelasannya terhadap bermacam-macam gejala astronomi yang tidak normal, adalah menggunakan susunan almanak Tiongkok kuno sebagai susunan almanak astronomi.

Orang zaman dahulu juga sangat mempercayai ramalan astrologi, menganggap makmur atau merosotnya negara dan kondisi nasib orang yang memiliki kekuasaan kaisar, juga bisa diramal dijelaskan melalui gejala astronomi yang tidak normal, sehingga ilmu pengetahuan astronomi sering digolongkan sebagai rahasia negara.

2. Berdasarkan metode aljabar sebagai metode perhitungan dasar untuk pengolahan data astronomi, berbeda dengan metode geometri Barat.

3. Orang dahulu berpendapat, Pan Gu menciptakan langit dan bumi sebagai asal mula alam semesta (atau disebut langit dan bumi). Dan juga berpendapat bahwa langit dan bumi semuanya bergerak di lapisan kulit bumi.

4. Berdasarkan makna tertentu membagi wilayah langit dan memberi nama bintang tetap.

Seperti: 28 konstelasi bintang: Chen shing (Merkuri), Tai bai (Venus), Ying huo (Mars), Xue xing (Yupiter), Shing (Saturnus).

Selain itu, pada zaman Tiongkok kuno juga menggunakan pembagian lingkaran dengan 365 ¼ derajat, sedangkan yang dipakai secara umum dunia Barat adalah sistem lingkaran 360 derajat.

Peralatan astronomi Tiongkok kuno rata-rata dengan sistem koordinat garis katulistiwa menetapkan posisi bintang tetap, sedangkan dunia Barat dengan sistem jalan matahari.

Pandangan Tiongkok kuno tentang jumlah bintang tetap di seluruh langit, yang tepat adalah 1.464 bintang 283 guan dari temuan Cheng Zhuo. Dibagi jadi 3 tetap 28 xiu dan 31 wilayah di Barat ditetapkan sebanyak 1.022 bintang dari penemuan Ptolemy. Tradisi kalender kuno adalah gabungan dari Yin-Yang, telah medirikan 24 musim udara, berhubungan erat dengan pertanian.

Pandangan ilmu filsafat astrologi Tiongkok berdasarkan Yin-Yang , 5 elemen, reaksi langit dan manusia sebagi dasar. Astronom Tiongkok kuno menekankan realitasnya, dengan tekun mengamati dan menguji catatan secara terperinci, terlebih lagi sangat menaruh perhatian terhadap munculnya gejala astronomis yang tidak biasa. Catatan tentang fenomena alam Tiongkok kuno merupakan yang paling padat dan paling sistematis di dunia pada waktu itu.

Sumber: Koran Era Baru, Edisi 6, Tahun 1

#Pegasus

Satuan Karya WiraKartika Kodim 0609 mengadakan kegiatan persami (29/10/11) bertempat di Detasemen Kavaleri Berkuda Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.
Kagitan yang berlansung selama dua hari ini merupakan salah satu program kerja Satuan Karya Wira Kartika Kodim 0609 yang terdiri dari tiga Kwartir Cabang yaitu, Kwarcab Kabupaten Bandung, Kwarcab Kabupaten Bandung Barat, Kwarcab Kota Cimahi.
Dalam keterangan perssnya kepada majalah semboyan Sekretaris Saka Wira Kartika Kabupaten Bandung Kak. Dwi Apriliyanto, MT mengatakan " Kegiatan Persami Wirakartika ini diikuti oleh 27 Komando Ranyon Militer( Koramil) yang berada dibawah pembinaan Kodim 0609, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan dalam persami ini antara lain : Cerdas Cermat, Pendalaman Krida saka WiraKartika, serta kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara"
Satuan Karya Wira Kartika merupakan salah satuan Karya yang berada dalam Pembinaan TNI Angkatan Darat sehingga banyak kegiatan yang disajikan pun hampir sebagian besar adalah kegiatan matra Angkatan Darat.
Melihat potensi serta animo anggota Saka Wirakartika di wilayah Kodim 0609 cukup banyak maka pihak Kodim 0609 pun memberikan apresiasi yang cukup bagus dengan merespon dan memfasilitasi anggota satuan Karya Wirakartika di wilayah kerjanya ,salah satunya dengan menggelar kegiatan persami Satuan Karya Wirakartika pertama kali di tahun 2011 ini ( selamat dan sukses)

Satuan Karya Pramuka Bahari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Latihan Dasar(29/10/110) bertempat di Skretariat Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung yang di ikuti oleh 30 orang peserta dari Kwarran se Kabupaten Bandung.
Kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari ,dengan diisi berbagai materi kepramukaan,diantaranya tentang Kesakaan, kepramukaan serta materi dasar dasar kebaharian.
Menurut Kak Indra Septianto Herlambang, sebagai salah satu pinsaka bahari kabupaten abdnung dalam keterangan perss nya kepada semboyan mengatakan"kegiatan Diklatsar ini adalah upaya regenerasi serta kaderisasi anggota Parmuka Saka Bahari Kwarcab Kab Bandung serta, sehingga kedepan peserta diklat ini bisa menjadi tulang punggung satuan karya bahari Kwarcab Kabupaten Bandung,yang pada saat ini sudah banyak yang memasuki usia Pembina pramuka sehingga dirasa perlu untuk menambah peserta baru ".
Satuan Karya Bahari Kwarcab Kabupaten Bandung saat ini masih merupakan salah satu saka yang masih belum cukup dikenal di Kwarcab Kab.Bandung,mengingat lahan serta fasilitas yang ada masih terbatas sehingga Satuan Karya Bahari Kwarcab Kab Bandung belum bisa berkembang di tingkat Kwartir Ranting,sehingga kedepan diharapkan peserta diklat ini bisa menularkan serta berbagai ilmu dan memberikan peenerangan tenatang satuan karya bahari di kwartir rantingnya masing masing. ( Selamat dan Sukses)


Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung mendapat kesempatan menyelenggarakan kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar tingkat Nasional(27/10/11),melalui Pusdikalatcab Kabupaten Bandung,bertempat di gedung kwartir cabang Kabupaten Bandung, kegiatan ini di -Ikuti oleh seluruh Kwartir Ranting yang ada di wilayah Kabupaten , setiap Kwartir Ranting wajib mengirimkan perwakilanya sejumlah tiga orang.
Kursus Pembina Pramuka mahir Tingkat Dasar ini dilaksanakan dengan biaya dari Kementrian Pendidikan Nasional.
Sebelumnya Peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar ini mengikuti upacara pembukaan di Kwartir Daerah Jawa Barat,selama berada di Kwartir Daerah Jawa Barat peserta selain mengikuti upacara pembukaan juga mendapat pembekalan materi dari tim Kwarda Jabar & penanggulangan, pencegahan Bahaya Narkoba.
Kegiatan kusus ini akan berlangsung selama 6 hari dan akan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tapa pertama berupa kegiatan teori dan penghayatan, yang keduanya dilaksanakan di tempat berbeda.
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ini , merupakan salah satu upaya penggalian sumber daya pembina pramuka di wilayah Kwarcab Kabupaten Bandung serta upaya Kementrian Pendidikan Nasional dalam pendidikan karakter bangsa.(bravo)


Kwartir Ranting Dayeuhkolot menyelenggarakan Kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar (27/10/11) bertempat di Gedung PKG Kecamatan Dayeuhkolot.
Kagiatan ini di-ikuti oleh enam puluh dua orang pramuka se-kecamatan Dayeuhkolot,kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar ini merupakan salah satu program kerja Pramuka Dewasa Kwartir Ranting Dayeuhkolot, dalam upaya mencetak Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar di wilayah kerja nya sehingga kedepan para Pembina Mahir lulusan tingkat Dasar ini bisa menjadi ujung tombak pembinaan Gerakan Pramuka.
Kegiatan kursus ini di buka oleh Ketua Kwartir Ranting Deyeuhkolot, tampak hadir dalam upacara pembukaan semua unsur Mabiran.
Selain itu Ketua Kwarcab Kabupaten Bandung Kak.Drs.H.Idjudin,Sp, M.Mpd, MT berkesempatan memberikan beberapa materi kepramukaan di dalam jam pimpinan.
Kegiatan kursus ini dibagi dalam dua tahap, tahap pertama seluruh peserta akan mendapatkan materi kursus secara teori, tahap kedua seluruh peserta akan menjalani tahap penghayatan atau praktek lapangan.
Mudah mudahan seluruh kegiatan kursus Pembina Pramuka Mahir tingkat Dasar ini bisa mencetak pembina Pramuka yang betul- betul mahir sehingga menjadi ujung tombak bagi pembinaan Gerakan Pramuka di masa depan.(Barvo)

Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat Kak Dede Yusuf Efendi tepat pukul delapan pagi melepas tim Estafet Tunas Kelapa (selasa 25/10/11) bertempat dihalama Gedung Sate Bandung.
Upacara pelepasan tim estafet tunas kelapa ini sebelumnya di dahului dengan penyerahan pataka tunas kelapa dari wilayah Kalimantan, Papua dan Jawa Tengah yang diserahkan secara simbolis oleh Kwarda Jawa Tengah,ketiga pataka tersebut saalah satunya diserahkan kepada Ketua Kwarcab Kota Bandung , setelah acara penyerahan pataka dilanjutkan dengan pengucapan Ikrar Estafet Tunas Kelapa oleh Ketua Kwarda Jawa Barat yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Setelah rangkaian Upacara selesai,Ketua Kwarda Jabar berkesempatan melepas tim Estafet tunas kelapa dengan mengibarkan bendera start pertanda perjalanan kembali dimulai.Kemudian Pataka Estafet Tunas Kelapa di kirab mengitari kota bandung dengan melalui Jalan Diponegoro, Jalan Ir H. Djuanda menuju Balaikota Kota Bandung, tiba di Balaikota Rombongan Kirab Estafet Tunas Kelapa Diterima Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung,perjalanan dilanjutkan lagi dengan menyusuri Jalan Wastukancana, Jalan Aceh dan Jalan L.R.E. Martadinata menuju Kwarcab Kota Bandung tepatnya di Taman Pramuka untuk beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kwarcab Kab. Bogor, Kota Bogor dan Depok.
Kegiatan Estafet Tunas Kelapa ini diikut hampir Tujuh Ratus peserta ini, melibatkan empat Kwarcab yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung dan Kota Cimahi, selain itu kegiatan ini pun diikuti oleh komunitas Speda Onthel yang mengenakan seragam zaman kepanduan.
Sementara itu Kwartir Cabang Kabupaten bandung mengirimkan utusannya sebanyak Tiga puluh orang pramuka penegak dan pandega.(selamat dan sukses)


Video liputan Estafet Tunas Kelapa 1 di Kwarda Jawa Barat





Video liputan Estafet Tunas Kelapa 2 di Kwarda Jawa Barat





Kak Amroso Katamsi sedang menerima
THE LARGEST FLAG'S SPREADING UNDERWATER BY MOST DIVERS
Piagam World Record Dive Pramuka Emas Pasir Putih Situbondo

oleh
Dalam kegiatan yang bertajuk Dive Pramuka Emas 2011, Gerakan Pramuka berhasil mengembangkan Bendera Merah Putih sebesar 1.000 m2 di laut Situbondo pada ahad, Minggu 23/10 di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Upaya mengembangkan Bendera Merah Putih itu melibatkan 416 orang penyelam, yaitu dari unsur ut...ama anggota Gerakan Pramuka, TNI AL, Polri dan komunitas penyelam lainnya.
Kegiatan itu berhasil memecahkan rekor dunia, dan Gerakan Pramuka menerima sertifikat dari Record Holders Republic, yaitu perwakilan Museum Rekor Dunia di Indonesia. Menurut pihak Record Holders Republic, kategori pemecahan rekor tersebut adalah berhasil mengembangkan bendera Merah Putih sebesar 1.000 m2 dan berhasil membawanya bibir pantai.
Turut menyaksikan kegiatan tersebut Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Amoroso Katamsi, Kepala Staf TNI AL, Wakil Gubernur selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Bupati selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Situbondo, dan undangan lainnya.
Dengan pemecahan rekor dunia itu, Official World Record menyerahkan sertifikat kepada Kwarnas yang dalam hal ini diterima oleh Wakil Ketua Kwarnas dan Ketua Pimsaka BahariTingkat Nasional.
Dive Pramuka Emas 2011 ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Tahun Emas, 50 Tahun Gerakan Pramuka, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan serangkaian acara kegiatan dalam rangka dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman Anggota Gerakan Pramuka. Serangkaian kegiatan itu di antaranya Estafet Tunas Kelapa yang saat ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia dan Dive Pramuka Emas Tahun 2011 serta berbagai kegiatan lain termasuk upaya peningkatan kepedulian kepada sesama dan lingkungan sudah dilaksanakan dengan baik.
Dive Pramuka Emas Tahun 2011 yang diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur ini melaksanakan kegiatan mengembangkan Bendera Merah Putih seluas 1.000 m2 oleh 1.000 penyelam di Pasir Putih, Situbondo, Jawa Tumur.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, M.P.H disela-sela persiapan menyampaikan “Ini merupakan kegiatan yang sangat fenomenal dalam sejarah Gerakan Pramuka, di samping kegiatan lainnya. Hasil karya Anggota Gerakan Pramuka ini patut mendapat apresiasi bagi pelaksana kegiatan Dive Pramuka Emas Tahun 2011, yaitu Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur”, ungkap Kak Azrul Azwar.
Selain kegiatan mengembangkan Bendera Merah Putih 1.000 m2 itu, kegiatan yang berlangsung tanggal 22 – 23 Oktober 2011 ini, ditempat yang sama juga berlangsung kegiatan Pesta Rakyat Pantai, peresmian terumbu karang Pramuka Emas, dan Estafet Tugas Kelapa yang patakanya sedang dikirap dan diterima oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo.
Sebelum acara utama dilaksanakan, yaitu mengembangkan Bendera Merah Putih, terlebih dahulu dilaksanakan upacara peresmian Dive Pramuka Emas 2011. Dalam acara tersebut Kepala Staf TNI Al menyematkan tanda penghargaan Pramuka berupa Lencana Setya Wira Utama kepada Laksda TNI Iskandar Sitompul, SE, Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bahari Tingkat Nasional, Mayjen TNI Afan Burhan, Mabi Saka Wira Kartika Tingkat Nasional, Mayjen TNI Gatot Nurwantyo, Mabi Saka Wira Kartika Jawa Timur, Laksda TNI Ade Supandi, SE, Mabi Saka Bahari Jawa Timur, dan Irjen Pol. Drs. Hadiatmoko, S.H.

Situbondo, 23 Oktober 2011

Sumber: Biro Abdimas dan Humas Kwarnas Gerakan Pramuka


Masa Pensiagaan Nasional 1908-1928

Pada 1912 berdirilah cabang dari Nederlands Padvinders Organisatie-NPO oleh P.J Smith dan Majoor De Janger di Batavia Centruum (Jakarta) sebagai awal kelahiran Gerakan Kepanduan di Indonesia. Cabang NPO merupakan organisasi kepanduan yg ekslusif yang hanya diperuntukkan bagi remaja dan pemuda bumi putra secara tertentu dan terbatas sesuai Ethische koers dalam politik diskriminasi Belanda.Karena pecahnya perang eropa yang menjadi perang dunia pertama pada tahun 1914, hubungan antara Hindia Belanda dengan Belanda terputus, sehingga oleh kwartir besar NPO di Belanda, NPO Cabang Hindia Belanda diberikan wewenang untuk berdiri sendiri, maka pada 4 September 1914, Cabang NPO Hindia Belanda menjadi organisasi kepanduan baru dengan nama Nederlands Indische Padvinders Vereenigin-NIPV.

Oleh para pejuang bangsa Indonesia, kepanduan/padvinderij dinilai sebagai alat yang sangat ampuh untuk membangkitkan rasa nasionalisme di kalangan remaja dan pemuda bumi putra untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pada 1916 atas prakarsa Sri Paduka Mangkunegara VII Raja Surakarta, maka berdirilah organisasi kepanduan nasional yang pertama di Indonesia dengan nama 'Javaanse Padvinders Organisatie-JPO' disusul dengan berdirinya 'Padvinders Muhammadiyah' di Yogyakarta pada 1918 oleh K.H. Ahcmad Dahlan. Atas usul R.H Hadjid sejak tahun 1920 maka Padvinders Muhammadiyah berganti nama menjadi 'Hizbul Wathon atau HW'.

Kemudian berdiri juga 'Wira Tamtama' sebagai organisasi kepanduan dibawah Syarekat Islam dengan A.Zarkasi sebagai ketuanya. Syarekat Rakyat/SI Merah yg berafiliasi pada Partai Komunis Indonesia turut mendirikan organisasi kepanduannya sendiri dengan Sujar sebagai pimpinannya.

Budi Oetomo sebagai organisasi kebangsaan pertama, akhirnya turut mendirikan 'Nationale Padvinderij' dibawah pimpinan Daslam Adi Warsito pada tahun 1921.

Jong Java cabang Mataram-Yogyakarta, pada tahun yang sama, turut mendirikan pasukan pavdinder dengan nama 'Jong Java Padvinderij'. Bendera pasukan dan hasdoek/setangan leher JJP adalah merah putih. Berdirinya pasukan JJP cabang Mataram ini, menularkan semangat pada cabang JJP lainnya, sehingga pada kongres Jong Java V di Solo tahun 1922, Padvinderij dimasukkan kedalam sebagai bagian dari gerakan Jong Java, kemudian oleh pengurus JJ, Jong Java Padvinderij dibuka secara luas dan di re-organisier menjadi 'Pandu Kebangsaan-PK' dengan pasukan pandu putra dan pasukan penuntun (Voortrekkers troep) sebagai inti.

PK terus berbenah diri dan membentuk pasukan pandu putri (groene troep) pada 5 Februari 1923.

Pada awal tahun 1923 Jong Java cabang Bandung membentuk suatu panitia untuk mendirikan Padvinderij, akan tetapi panitia tersebut pada akhirnya berbeda pendapat, karena ada sebagian yg berkeinginan untuk bergabung pada NIPV sedang sebagian lainnya berkeinginan untuk mendirikan dan mempersatukan seluruh organisasi padvinderij kebangsaan dan meminta pengakuan dari World Organisation of Scout Movement di Canada.

Akhirnya JJP pusat di Batavia menyokong opsi membentuk organisasi padvinderij baru untuk mempersatukan seluruh organisasi padvinderij kebangsaan dan dibentuklah 'Nationale Padvinders Organisatie-NPO' dengan Safioedin Soerjodipoetro sebagai pemimpinnya. Karena pindah ke Jember Jawa Timur, pucuk pimpinan NPO diserah terimakan pada Ir Soekarno.

Belum lagi terwujud cita2 untuk mempersatukan seluruh organisasi padvinder di Indonesia, NPO sudah terpecah menjadi dua dan berdirilah 'Jong Indonesisch Padvinders Organisatie-JIPO' tetapi kedua organisasi ini tetap erat bekerja sama untuk mempersatukan seluruh organisasi padvinderij di Indonesia. Dan dalam rangkaian untuk itu, disepakati bahwa NPO dan JIPO dilebur menjadi satu organisasi padvinderij baru yaitu 'Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie-INPO' dipimpin oleh Ir.Soekarno dan Soenarjo.

Akan tetapi sebagian dari anggota JIPO tidak bersedia melebur dalam INPO dan mengganti nama JIPO menjadi 'Pandu Indonesia-PI'.

Sebagaimana disebutkan diatas, Wira Tamtama yang didirikan oleh Syarekat Islam dan terus berkembang secara nasional sejak tahun 1920, resmi mengubah nama organisasinya menjadi 'Serikat Islam Afdeling Padvinderij-SIAP' pada tahun 1926 dan setelah kemerdekaan RI mereka mengganti nama lagi menjadi 'Sarikat Islam Angkatan Pandu' dengan singkatan yang sama 'SIAP'.

Selain itu pada tahun 1926, berdiri juga 'National Islamietishe Padvinderij-NATIPIJ yang merupakan organisasi kepanduan/underbow dari Jong Islamieten Bond (JIB) di pimpin oleh Mr.Kasman Singodimedjo. Kemudian ada juga Kepanduan 'Al Irsyad' di Surabaya dan 'Pandu Pemuda Sumatra' dan kepanduan yang bersifat kedaerahan yang didirikan oleh para pemuda Indonesia asal luar jawa.

Pada 3 April 1926, NIPV dibawah pimpinan G.J Ranneft selaku komisaris besar, mengundang dan memimpin konferensi padvinderij di rumah K.H.A. Dahlan di Yogyakarta yang bertujuan untuk menyatukan seluruh organisasi padvinderij diluar NIPV untuk masuk dalam NIPV. Tetapi karena perbedaan konsepsi yang sangat prinsip dimana para tokoh kepanduan nasional (diluar NIPV) melihat orientasi kepentingan perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia yang tidak dapat diterima dalam NIPV, menolak mentah-mentah usulan penyatuan tersebut. Disamping itu, dalam salahsatu janji pandu NIPV tersebut disebutkan 'menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan kerajaan' yang dapat diartikan tunduk pada kerajaan Nederland.

Karena tidak berhasil menyatukan seluruh organisasi padvinderij dalam wadah tunggal, maka NIPV yang merasa memiliki kekuasaan lebih tinggi, melarang penggunaan kata 'Padvinder' dan 'Padvinderijs' bagi kepanduan nasional Indonesia.

Karena larangan tersebut dan untuk menegaskan jatidiri Bangsa Indonesia, maka H. Agus Salim pada kongres SIAP tahun 1928 di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah menganjurkan penggunaan istilah 'Pandu' dan 'Kepanduan'.

NIPV pada 1927 melakukan re-organisasi dengan memecah kwartir besarnya menjadi Kwartir Besar organisasi padvinerijs putra-Padvinders Bond bertempat di Dago Jawa Barat dan Kwartir Besar organisasi padvinders putri-Meisjes Gilde berkedudukan di Malang Jawa Timur.

Sebagian kepanduan nasional yang berkeinginan untuk mempelajari teknik2 kepanduan tetap berlindung di NIPV. mereka antara lain adalah : Pandu Kesultanan, Pandu Indonesia, Islamitische Padvinders Organisatie disampin berdirinya Katholieke Padvinders Bond, Christelijke Padvinders Vereeniging dan Persatuan Kepanduan Tonghwa sebagai kebijaksanaan dari NIPV yg mmembuka kesempatan utk golongan tertentu dan agama mendirikan pasukan padvinders-nya.

Didorong rasa persatuan, para pimpinan Pandu Kebangsaan (JJP), INPO, NATIPIJ dan SIAP mengadakan pertemuan pada 23 Mei 1928 di Batavia dan membentuk badan federasi yang bernama 'Persaudaraan Antara Pandu-Pandu Indonesia' yang disingkat PAPI.

Puncak perjuangan dari organisasi kepanduan nasional adalah Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di gedung Indonesisch Clubgebouw yang menghasilkan keputusan yang lebih dikenal dengan 'sumpah pemuda'

Masa Penggalangan Kemerdekaan

Tahun 1928 - 1943

Semangat para pandu semakin memuncak, mana kala kepanduan masuk sebagai bagian dari proses pendidikan menanamkan rasa kebangsaan dan persatuan sebagaimana keputusan dari Kongres Pemuda II atau yang dikenal sebagai 'Sumpah pemuda'.

Tanggal 15 September 1929 atau Setahun setelah badan federasi 'Persaudaraan Antara Pandu-pandu Indonesia-PAPI' terbentuk, PAPI mengadakan pertemuan bertempat di Batavia, Pandu Kebangsaan-PK mengusulkan dilakukannya fusi/peleburan seluruh organisasi kepanduan Indonesia menjadi satu, akan tetapi usul tersebut tidak mendapatkan kata sepakat dari organisasi kepanduan yang berbeda asas, maka untuk menjaga rasa persaudaraan maka dibentuklah 2 panitia untuk mempelajari dan merencanakan proses fusi organisasi kepanduan yang berasas kebangsaan dan organisasi kepanduan yang mengutamakan asas keagamaan.

Sementara proses kerja dari kedua panitia tersebut berjalan, Pandu Kebangsaan-PK, Pandu Pemuda Sumatra-PPS, Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie-INPO membuat terobosan dan melebur diri dalam satu wadah kepanduan baru yaitu 'Kepanduan Bangsa Indonesia-KBI' pada 13 September 1930. KBI berasaskan kebangsaan, tidak berafiliasi pada partai politik dan tidak melakukan kegiatan politik praktis namun KBI tidak menghilangkan hak politik anggotanya yang berusia 18 tahun keatas.

W.R. Supratman mempersembahkan lagu KBI pada Kepanduan Bangsa Indonesia pada bulan yang sama.

KBI bergerak cepat dengan kekuatan 57 cabang yang tersebar di jawa, madura dan sumatera, mengadakan kongres sekaligus Jambore Nasional pertamanya di Ambarwinangun Yogyakarta pada akhir Desember 1930, menjelang berakhirnya kegiatan tersebut Gunung Merapi yang terletak di Muntilan DIY meletus, maka seluruh pasukan pandu KBI bergerak untuk membantu dan mengurangi penderitaan korban bencana tersebut.

Selanjutnya pada Juni 1931 bertempat di Purworejo, KBI menyelenggarakan pertemuan pemimpin-I dimana hasil penting dari pertemuan tersebut adalah peletakan dasar dari KBI yang meliputi,

penetapan warna Merah Putih sebagai warna setangan leher/hasdoek dan bendera sesuai asasnya, yaitu kebangsaan.

Mengesahkan lagu 'KBI' ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu resmi KBI.

Pada tanggal 19-21 Juni 1932, KBI menyelenggarakan Jambore Nasional kedua diikuti oleh 69 cabang bertempat di Malang di pimpin oleh Komisaris Besar Umum-nya (Ketua Kwartir Nasional) dr.Moewardi. disamping jambore, dilaksanakan juga pertemuan para pemimpin untuk memantapkan langkah konsolidasi baik ke dalam maupun ke luar.

Pada tanggal 20-24 Juni 1933 KBI menyelenggarakan Jambore Nasional ketiga bertempat di Solo, kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pertemuan para pemimpinnya yg mengambil keputusan antara lain, pencetakan AD/ART KBI, pembentukan Kwartir Daerah dan pemindahan kedudukan Kwartir Besar KBI ke Bandung.

Pada persami tahun 1935 di Pasar minggu Jakarta, tercetuslah ide untuk mengadakan All Indonesia Jamboree, jambore bagi seluruh organisasi kepanduan yang bukan anggota NIPV atau yang tidak berlindung di bawah panji-panji NIPV.

Disamping KBI, sejak periode 1928-135, banyak lagi organisasi kepanduan lain yang berdiri, diantaranya :

Pandu Indonesia-PI di Bandung, Padvinders Organisatie Pasundan-POP di Bandung, Pandu Kesultanan di Yogyakarta, Sinar Pandu Kita di Solo dan Kepanduan Rakyat Indonesia-KRI di Malang. Organisasi kepanduan tersebut mengusung asas kebangsaan.

Pandu Ansor-NU di Surabaya, Al Wathoni, Hizbul Islam dan Kepanduan Islam Indonesia (KII) di Solo, Islamitische Padvinders Organisatie-IPO di Batavia. Organisasi kepanduan tersebut mengusung asas Islam.

Tri Darma, Kepanduan Azas Katholik-KAKI di Yogyakarta, Kepanduan Masehi Indonesia-KMI di Batavia. Organisasi kepanduan tersebut mengusung asas Kristen maupun Katholik.

Dalam rangka kunjungan ke beberapa negara sepulang dari Jambore di Australia, BP dan Lady BP singgah di Tanjung Priok Batavia pada 3 Desember 1934, seluruh organisasi kepanduan nasional berkeinginan untuk menyambut kedatangan kedua tokoh penting tersebut akan tetapi dilarang oleh NIPV, hal mana yang menambah tinggi ketegangan hubungan antara NIPV dan organisasi2 kepanduan Nasional.

Melanjutkan cita-cita yang tercetus pada persami tahun 1935, KBI melalui PAPI kembali mengusulkan untuk mengadakan All Indonesia Jamboree pada pertemuan PAPI di bulan April 1938 di Solo. Usulan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari para pimpinan kepanduan yang tergabung dalam PAPI.

Untuk mewujudkan kegiatan All Indonesia Jamboree, maka diputuskan dalam rapat tersebut sebuah organisasi penyelenggara yang bernama 'Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia-BPPKI'.

Dalam konferensi BPPKI di Bandung pada tahun 1939, diputuskan mengubah nama 'All Indonesia Jamboree' menjadi 'Perkemahan Kepandoean Indonesia Oemoem-PERKINO' dan akan diselenggarakan di Solo pada bulan Juli 1941.

Tanggal 11 Februari 1941 BPPKI menetapkan PERKINO I diselenggarakan pada 19-23 Juli 1941 bertempat di Yogyakarta dan BPPKI Cabang Mataram serta Badan Persaudaraan Kepanduan Mataram ditunjuk sebagai pelaksana.

Sri Sultan HB IX yang juga merupakan seorang pandu, berkesempatan hadir pada kegiatan tersebut.

Pada awal Maret 1942 saat Bala tentara Dai Nippon menaklukkan Hindia Belanda dan membubarkan seluruh organisasi kepanduan dan para pemuda di masukkan kedalam Seinendan, PETA, Heioho dan lainnya. Akan tetapi pada 6 Februari 1943, pandu-pandu dari berbagai organisasi kepanduan yang telah dibubarkan berhasil menyelenggarakan PERKINO kedua di Jakarta untuk menunjukkan betapa besar arti kepanduan bagi masyarakat

Masa Penegakan Kemerdekaan Tahun 1945-1961

Periode 1945-1949

Setelah proklamasi kemerdekaan di cetuskan pada 17 Agustus 1945, dalam kancah revolusi yg maha hebat, semangat pada pimpinan bekas organisasi-organisasi kepanduan bangkit kembali, pada akhir September 1945 di Gedung Balai Mataram Yogyakarta, para pimpinan KBI, HW, SIAP, NATIPIJ, Tri Darma, KAKI dan PK bertemu dan menghasilkan rumusan penting untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia dan menganjurkan pembentukan satu organisasi kepanduan nasional dan selekas mungkin menyelenggarakan kongres kesatuan kepanduan Indonesia. Dalam pertemuan tersebut hadir juga utusan dari kementerian PP dan K yg membawa amanat dari Ki Hajar Dewantara yg menganjurkan kepada para pimpinan bekas organisasi kepanduan untuk kembali menghidupkan gerakan kepanduan.

Hasilnya, pada 27-29 Desember 1945 kongres kesatuan kepanduan Indonesia diselenggarakan di Surakarta yang dihadiri oleh para pimpinan bekas kepanduan KBI, HW, SIAP, NATIPIJ, JPO, KAKI, Taruna Kembang, Tri Darma, Al Wathoni, Hizbul Islam, Sinar Pandu Kita, Kepanduan Rakyat Indonesia, PK, Pandu Indonesia dan Pandu Pasundan yang semuanya berjumlah sekitar 300 orang.

Pada 28 Desember 1945, dengan janji 'Ikatan di tempa' lahirlah organisasi kepanduan baru yang merupakan fusi dari bekas organisasi-organisasi kepanduan yang bernama 'Pandu Rakyat Indonesia' PRI berdasarkan pada Pancasila.

Pada pelantikan pimpinan kwartir besar Umum sekaligus peresmian Pandu Rakyat Indonesia' dibawah pimpinan dr.Moewardi, para pimpinan pandu dengan sukarela dan ikhlas menyatakan ikrar 'Janji Ikatan Sakti' yang berisikan sbb :

  1. Melebur segenap organisasi kepanduan Indonesia dimasa silam dan menjadikan satu organisasi kepanduan baru yaitu Pandu Rakyat Indonesia.
  2. Tidak akan menghidupkan kembali organisasi kepanduan lama.
  3. Tanggal 28 Desember diakui sebagai 'Hari Pandu Indonesia'
  4. Mengganti setangan leher yang bermacam2 menjadi satu warna, yaitu Hitam.

Pada Akhir Desember 1946 berlangsunglah kongres Pandu Rakyat Indonesia yang pertama di Surakarta, dalam rentang setahun kepengurusan PRI berjalan, hasil yang didapat antara lain,

  1. Pemerintah RI mengakui dan mengesahkan Pandu Rakyat Indonesia dan nantinya setahun kemudian pada 1 Februari 1947 PRI diakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan Indonesia melalui keputusan Menteri PP dan K dgn noor 93/Bag-A.
  2. Membuat AD/ART
  3. Konsolidasi cabang2 di Jawa dan pengaturan hubungan dgn cabang diluar jawa.
  4. Mendaftarkan diri pada WOSM untuk dapat diterima dan diakui sebagai anggota biro kepanduan dunia.

  • Peristiwa penting lainnya adalah Presiden RI menerima usulan menjadi 'Pelindung Pandu Rakyat Indonesia' pada tanggal 25 Maret 1947.
  • Pandu Rakyat Indonesia membentuk Kwartir Besar Pandu Putri pada tanggal 22 Agustus 1947 dibawah pimpinan Ibu Soehariah Soetarman.

Tahun 1947-1949 juga merupakan tahun tersulit dari Pandu Rakyat Indonesia, dimana pada tahun tersebut pecah Agresi militer Belanda I dan II, hubungan pusat dan daerah menjadi sulit, terutama cabang-cabang yang dikuasai NICA/Belanda, Pandu Rakyat Indonesia dibubarkan. Tidak sedikit pula para pandu yang gugur dalam usaha untuk turut dalam perjuangan bersenjata menentang aksi penjajahan dan peristiwa yang paling menyedihan terjadi pada 17 Agustus 1948 saat pandu-pandu sedang berkumpul dan merayakan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ke 3 di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, sepasukan Polisi Militer NICA menyerbu dan menembaki para pandu tersebut walau gencatan senjata sudah disetujui kedua belah pihak.

Salah seorang pandu yang bernama Soeprapto yang sedang mengatur perayaan tersebut tewas ditempat.

Walau dalam suasana perjuangan rakyat semesta, Kwartir Besar putra berhasil

  1. Membentuk kwartir pusat untuk wilayah Sumatra di Bukit Tinggi,
  2. Mengadakan badan penghubung (LO) dibawah pimpinan dr.Moewardi untuk daerah diluar RI
  3. membentuk pos-pos terdepan untuk mengadakan hubungan antara Kwartir Pusat di Yogyakarta dan daerah-daerah yang diduduki Belanda di Jawa Timur dan Jawa Barat.
  4. Meneruskan penyelenggaraan kursus pemimpin diluar daerah pendudukan di Jawa.

Pada pertengahan September 1948, dr.Moewardi diculik oleh FDR/PKI dan sampai saat ini keberadaan beliau tidak pernah diketahui.

Didaerah-daerah pendudukan dimana Pandu Rakyat Indonesia dilarang berdiri, lahirlah organisasi kepanduan baru sebagai penyambung hidup dari Pandu Rakyat Indonesia. antara lain :

Kepanduan Putra Indonesia, Pandu Putri Indonesia, Kepanduan Indonesia Muda di Jawa Timur

Kepanduan Muslimin Indonesia di Sulawesi

Kongres Pandu Rakyat Indonesia yang kedua yang sedianya diselenggarakan pada tahun 1948 akhirnya urung dilaksanakan karena situasi yang kian memanas.

Sebagaimana dengan golongan putra, Kwartir Besar Putri-pun mengalami masa-masa yang sulit dalam upaya mempertahankan roda organisasi akibat revolusi fisik tersebut, selain sulitnya hubungan antara pusat dan daerah serta terberai berai-nya organisasi karena banyak anggota putri yang turut aktif terjun dalam kancah peperangan tersebut, mengakibatkan diambilnya tindakan darurat dengan mendirikan Kwartir Besar Putri darurat pada tanggal 22 Agustus 1949 dengan Komisaris Besar Umum Berkedudukan di Solo dilengkapi dengan komisaris golongan Penyuluh, Golongan Perintis dan Golongan Kurcaci.

Selesai.....

Oleh Kak Ha Te dan Rendra Pramukalover di JURNAL JAMBORE

Makna Seragam Pramuka

Siapa yang tau, kenapa Seragam Pramuka berwarna Coklat tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah Putih? "kenapa seragam pramuka tidak warna biru?atau hijau?atau kuning? Atau warna yang lainnya, para pendahulu kita memilih warna - warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita yang mengandung makna dan menjadi cita2 yang ingin dibangun, agar seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya.
Coklat tua adalah warna tanah Indonesia....
Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia.... dan
Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia....
Sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di bumi Nusantara.... warna coklat adalah warna pakaian yang juga digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita erjuangkan kemerdekaan Indonesia...betapa banyak nyawa dan harta yang telah dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan Indonesia.... oleh karena itu, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi pribadi yang tangguh bermoral utama.....penuhi janjimu, Trisatya!... amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang utama....pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi Indonesia tercinta iniKemudian dari mulai perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang,
penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut2 yang melengkapinya, tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa) kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat.... dan lain sebagainya - dan lain sebagainya,
Sebuah semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar kain yang semula tidak bermakna yang setelah dijahit dan dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka



http://www.facebook.com/groups/jurnaljambore/