MAJALAH SEMBOYAN

MAJALAH SEMBOYAN Created by BestTheme.Net

Popular Posts

Salam Pramuka!
Kegiatan Peserta Didik
Kegiatan Anggota Dewasa

LENSA GIAT KITA

lihat video lainya di
SEMBOYAN VIDEO

BANGGA JADI PRAMUKA

networkedblogs

BBM CHANEL


HALAMAN

ANDA PENGUNJUNG KE

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

VERSI ANDROID

SEMBOYAN TV

TRAILER 5 ELANG

THEMA HP 50 TAHUN PRAMUKA

MAJALAH SEMBOYAN DIGITAL

DOWN LOAD AREA

MAJALAH SEMBOYAN

MEDIA RESMI KWARCAB KABUPATEN BANDUNG DAN KABUPATEN BANDUNG BARAT ...

INFORMASI

Mengemas informasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarcab maupun Kwarran serta Gugudepan yang berada diwilayah Kwarcab Kabupaten Bandung dan Bandung Barat ...

Semboyan Digital Media.

Sebagai sarana alternatif penyajian berita kegiatan secara online ...

Media Publikasi

Media Publikasi bagi Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ...

Mari Berbagi Informasi

Mari berbagi Infomasi Kirimkan berita kegiatan ke alamat Redaksi Gedung Pramuka Kwarcab Kab Bandung Jl RAA Wiranatakusumah No 19 Baleendah....

Featured Post 2

Archive for July 2013

Sri Sultan Hamengkubuwono IX ( Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912-Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988 ) adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau  adalah ketua kwartir nasional gerakan pramuka yang pertama dan kini di akui sebagai “bapak pramuka indonesia” Beliau jugalah yang menerima panji gerakan pramuka dari tangan presiden soekarno pada 14 agustus 1961 didepan istana Negara. Berikut Apa Kata Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang disampaikankan ketika memberikan sambutan pada musyawarah nasional gerakan pramuka 1978 di bukit tinggi sumatera barat.

Sambutan sri sultan hamengku buwono IX Tersebut dikutip dengan hanya menyesuaikan dengan tanda tanda baca dan ejaan saja serta memberikan informasi tambahan didalam kurung untuk mempermudah pembaca mengikutinya selamat membaca.

Saudara saudara, reakan – rekan, Pembina, para peserta munas yang kami hormati. Sebagai mana sudara-saudara ketahui sebelum terbentuknya gerakan pramuka, sejak tahun 1950 kehidupan organisasi kepanduan seperti halnya dengan organisasi politik dan massa, berkembang sangant pesat sehingga dalam waktu 10 tahun jumlah organisasi kepanduan tercatat lebih dari 60 macam. Kebanyakan dari organisasi kepanduan itu adalah onderbouw dari parol-parpol dan ormas-ormas.

Kira-kira pada tahun 1957 bung karno selaku presiden pernah mngadakan pembicaraan dengan kami yang maksudnya menganjurkan agar dapatlah kepanduan yang baru, yang tunggal dan nasional, dengan mempersatukan organisasi-organisasi “girls scouts dan boys scouts” pada tahun 1960 di usahakan untuk mempersatukan IPINDO (sebuah badan federasi kepanduan putera) Dengan PKPI dan POPPINDO (dua buah badan federasi kepanduan puteri) menjadi satu badan federasi kepanduan untuk putera maupun puteri yang deberi nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Tetapi sayang sekali, bahwa diluar masih banyak organisasi-organisasi kepanduan yang tidak mau bergabung dengan PERKINDO.

clip_image002Baru pada tahun 1961 atas intruksi presiden merangkap mandataris MPRS terjelmalah suatu organisasi kepanduan dengan nama gerakan pramuka, yang mempunyai tujuan baru, coraknya baru, fungsinya baru, dan cara bekerjanya pun baru. Prinsip-prinsip dasarnya msih dipegang teguh, hanya pelaksanaan disesuaikan dengan kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Contohnya dalam menanamkan jiwa patriotisme maka :

· Salam pramuka tidak lagi dengan tiga jari, melainkan dengan lima jari, untuk mengingatkan setiap pramuka akan falsafah Negara kita pancasila.

· Warna setengan leher pramuka kita tetapkan merah putih, dengan maksud untuk disesuaikan dengan warna bendera kebangsaan kita sang merah putih

· Warna pakaian seragam, kita pilih warna cokelat muda dan cokelat tua, yaitu warna seragam badan-badan dan lascar-laskar perjuangan kemerdekaan pada waktu revolusi fisik mempertahankan kelestarian hidup Negara, Republik Indonesia, yang kita priklamsikan pada tanggal 17 agustus tahun 1945. Segala sesuatunya dimaksudkan untuk mensimbolisir jiwa patriotism, dan para pramuka selalu ingat kepada perjuangan para pahlawan kita. Tugas kita adalah untuk melanjutkan perjuangan pratriotik dari pahlawan-pahlawan kita.

· Cara bersalam-salaman atau berjabat tangan, kita tidak menggunakan tangan kiri seperti yang dibiasakan para pandu sebelum pramuka. Melainkan dengan tangan kanan ini karena dilihat dari segi adat istiadat dan etika bangsa kita bersalaman dengan tangan kiri dianggap kurang sopan.

· Mengapa kita pakai tunas kelapa sebagai lambing gerakan pramuka? Karena pohon kelapa sejak zaman dahulu telah dikenal sebagai pohon yang sangat berguna dan dibutuhkan untuk kehidupan manusia oleh bangsa kita Indonesia. Itu semua dimaksudkan agar kehadiran gerakan pramuka dapat diterima dan mendapat respons dari semua golongan masayarakat kita, baik yang ada dikot-kota maupun yang ada didesa-desa.

Usaha pembaharuan dalam system kepramukaan it uterus kita kembangkan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Usaha yang pembaharuan demikian itu pada tahun 1971 di forum internasional kita beberkan melalui siding umum konperensi kepramukaan sedunia (World Scout Conference-Red) yang diselenggarakan di Tokyo, jepang ternyata mendapat sambutan yang sangat besar dari segenap peserta World Conference itu. Sejak saat itu gerakan pramuka dianggap sebagai pelopor dari usaha pembaharuan didunia kepramukaan, dan banyak organisasi kepramukaan dari berbagai Negara mengirimkan orang-orangnya ke Indonesia, termasuk Dr. Laszlo Nagy (Sekretaris Jenderal Kepramukaan sedunia Pada saat itu-Red) sudah sering kali keindonesia untuk mempelajari dan meniru apa yang diperbuat oleh gerakan pramuka.

Ini merupakan suatu pertanggung jawaban yang sangat besar bagi kita. Kita sendiri masih harus banyak lagi persoalan dan kesulitan, tetapi kita berjalan terus. Kita waktu itu belum mendapatkan bantuan dean fasilitas dari pemerintah seperti sekarang. Oleh karenanya saudara-saudara kita daerah-daerah harus terpaksa berusaha sendiri untuk memelihara kehidupan gerakan pramuka. Tujuan kita adalah menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia untuk menjadi warga Negara yang baik dan menjadi tenaga-tenaga pembangunan bagi Negara dan bangsanya. Kita harus tetap konsekuen untuk berdiri diatas prinsip itu. Setiap gerak dan usaha kita harus dinilai dengan norma-norma pendidikan dan untuk tujuan pendidikan.

Gugus depan harus benar-benar merupakan tempat yang paling depan bagi usaha pendidikan kita. Tempat bagi anak-anak dan pemuda-pemuda menyelenggarakan kegiatan yang dipimpin sendiri oleh anak-anak dan pemuda-pemuda. Sebutan pemimpin sengaja diberikan kepada anak-anak dan pemuda-pemuda, bukan kepada Pembina-pembina (karena para Pembina-Red) tidak memberikan peritah, melainkan memberikan pengarahan dan dorongan, memberikan bimbingan dan bombongan.

Dalam hal ini kwarnas yang akan datang harus memberikan perhatian terutama kepada gugus depan-gugus depan, tidak saja dalam memberikan fasilitas, tetapi juga dalam hal mengsahakan Pembina yang memenuhi syarat.

Menteri muda urusan pemuda Abdul Gafur telah menyinggung-menyinggung bahwa pendidikan kepramukaan dirasakan sngat monoton. Ini tidak dapat disalahkan, karean jumlah dan mutu para Pembina kita kenyataanya memang masih belum seperti yang kita harapkan. Untuk inilah kita mengharapkan kepada kwarcab, kwarda, kwarnas perlu mengadakan understanding dan kerjasama sebaik-baiknya dengan para pejabat pemerintah setempat dalam rangka mengisi acara-acara kepramukaan dengan program pembangunan masyarakat sesuai pola pemerataan.

Demikianlah saudara-saudara sekalian, kami harap dalam pembahasan disidang-sidang kelompok maupun pleno nanti, semangat kepramukaan tetap bergelora sehingga dapatlah diciptakan suasana persaudaraan dan harga menghargai meskipun hati boleh panas. Sekian, semoga tuhan yang maha esa memberkahi usaha kita.

Terimakasih (dikutip dari majalah pramuka edisi tahun II/2013)

Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Bandung Barat mengakhiri masa baktinya dengan melaksanakan Musyawarah Pramuka Penegak Pandega Puteri Putra (Musppanitera) yang ke 2 pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2013 bertempat di SDN Ngamprah Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 13 (tiga belas) perwakilan Dewan Kerja Ranting se-Kabupaten Bandung Barat yang turut pula dihadiri oleh Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Barat yaitu Kak Randi Purnama beserta para pengurus/andalan Kwartir Cabang Kabupaten Bandung Barat.

Dengan sangat antusias para peserta Musppanitera mengikuti seluruh rangkaian acara persidangan . Musppanitera Kabupaten Bandung Barat yaitu :

1. Sidang pleno I

a. membahas tentang Quorum dan status Musppanitera

b. membahas rancangan susunan acara/agenda acara musppanitera

c. pembahasan tatib

d. pemilihan Presidium Musppanitera

2. Sidang Pleno II

a. Pembagian dan Penjelasan tugas Komis A dan Komisi B

b. Sidang Komisi A membahas tentang Organisasi dan administrasi, sidang Komisi B membahas program kerja

3. Sidang Pleno III

a. Laporan komisi A dan Komisi B

b. Pengesahan Rancangan Program Kerja

4. Sidang Pleno IV

a. Pembahasan Tata Cara pemilihan Ketua Dewan Kerja Cabang Kabupaten Bandung Barat dan Tim Formatur

b. Penjaringan bakal Calon Ketua Dewan Kerja Cabang Kabupaten Bandung Barat

c. Penyampaian Visi dan Misi calon Dewan Kerja Cabang Kabupaten Bandung Barat masa bakti 2013-2018

d. Pemilihan ketua DKC dan tim Formatur

e. Pembacaan Hasil Keputusan Musppanitera Kwartir Cabang Kabupaten Bandung Barat

Setelah melalui tahapan-tahapan sidang terpilihlah Ketua Dewan Kerja Cabang Kabupaten Bandung Barat yang baru yaitu Kak Yusuf Bachtiar dari DKR Cililin sekaligus sebagai ketua Tim Formatur yang telah disepakati hasil putusan dari Musppanitera. Kak Genep Sasmita (Ketua DKC KBB masa bakti 2008-2013) berharap setelah terpilihnya Ketua DKC baru dan terbentuknya kepengurusan baru diharapakan dapat meningkatkan kinerja dan dedikasinya kepada Kwartir Cabang Kabupaten Bandung Barat serta pada Gerakan pramuka umumnya untuk meneruskan perjuangan dan cita-cita DKC Kabupaten Bandung Barat untuk lebih mengedepankan peran Penegak dan Pandega dalam Gerakan Pramuka menjadi Organisasi terdepan yang mampu mengembangkan dan memecahkan solusi generasi muda dalam memerangi aktifitas negatif yang telah marak seperti gang motor, drug dan tawuran antar sesama pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.

Disela-sela istirahat Musppanitera ada hal yang berbeda dari biasanya dari Tamu undangan yaitu Kak Randi ketua DKD Jawa Barat, Ketika ditemui salah satu Crew Semboyan yang juga Purna Ketua DKD Jawa Barat Kak Tatan Munandar, S.Pd. Kak Randi mengatakan bahwa “saya sangat bangga bisa bertemu dengan Kak Tatan Munandar bersamaan dengan kegiatan Musppanitera DKC Kabupaten Bandung Barat, ini merupakan kali pertama saya langsung di wawancarai oleh Crew Semboyan yang sekaligus Purna Ketua DKD Jabar. ini hal yang sangat tak disangka-sangka” ungkapnya. Secara garis besarnya bahwa Musppanitera adalah wadah silaturahmi antar pramuka penegak dan pramuka pandega untuk bisa mengenal satu sama lain dengan tidak melupkan bahwa forum tersebut sebagai sarana untuk mengevaluasi dan mempertanggung jawabkan program kerja, menyusun rencana kerja pembinaan dan pengembangan serta menyusun kepengurusan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Dengan adanya kegiatan diharapkan dapat menjadikan motivasi bagi anggota pramuka untuk lebih mempererat kebersamaan dalam upaya memperluas pengetahuan dan pengalaman bagi anggota Gerakan Pramuka khususnya gerakan Pramuka Jawa Barat.

Bertempat di Aula Gelanggang Olahraga KONI Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, hari Jumat tanggal 27 April 2013 Kak H. Dadang. Naser, SH,S.Ip, M.Si selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, melantik dan mengukuhkan Kak Drs. Meman Nurjaman dan Kak Drs. Mochammad Ischaq menjadi Ketua Majelis Pembimbing Ranting Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ibun yang sehari-harinya menjabat sebagai Camat Kecamatan Majalaya dan Ibun beserta Jajaran, sekaligus pelantikan dan pengukuhan Jajaran pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Majalaya dan Ibun.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung berpesan bahwa gerakan pramuka harus tampil sebagai gerakan pendidikan karakter bangsa untuk generasi muda ditengah arus globalisasi dan modernisasi. Semakin maraknya aksi kenakalan remaja saat ini, dapat diantisipasi dini dengan pendidikan karakter oleh Gerakan Pramuka sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010. Dalam sambutannya, Kak H. Dadang Naser, SH,S.Ip,M.Si pun menyampaikan bahwa anggota gerakan pramuka harus aktif membantu para korban bencana banjir yang sering terjadi dikawasan Bandung khususnya Kecamatan Majalaya sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma.

Dalam sambutannya ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Majalaya yang mewakili seluruh unsur yang dilantik menyampaikan dalam sambutannya bahwa Kecamatan Majalaya pernah merasakan kejayaan sebagai kecamatan penghasil tekstil terbesar di Indonesia bahkan hasil produksinya diekspor ke berbagai negara. Industri ini sempat berkembang dengan pesatnya, sehingga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang begitu banyak. Namun sayangnya, untuk teknisi bengkel masih mendatangkan dari luar negeri karena mesin-mesin tekstilnya diimpor dari luar. Sehingga kedepan, anggota pramuka di wilayah Majalaya dapat memegang peranan dan menjadi tenaga kerja yang berkualitas dirumah sendiri sehingga pramuka dapat turut serta mengurangi jumlah pengangguran.

Berikut susunan pengurus majelis pembimbing ranting dan Pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Majalaya dan Ibun masa bakti 2013 – 2016 berdasarkan Surat Keputusan Kwarcab Kabupaten Bandung Nomor 10 Tahun 2013, nomor 11 Tahun 2013, nomor 12 Tahun 2013 dan 13 Tahun 2013antara lain

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN

KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN BANDUNG

NOMOR : 010 TAHUN 2013

TENTANG

SUSUNAN PENGURUS MAJELIS PEMBIMBING RANTING GERAKAN PRAMUKA

KECAMATAN MAJALAYA MASA BAKTI 2013 - 2016

Ketua merangkap anggota : Camat Kecamatan Majalaya

Wakil Ketua merangkap anggota : Danramil Majalaya

Wakil Ketua merangkap anggota : Kapolsek Majalaya

Wakil Ketua merangkap anggota : Kepala UPTD TK/SD Kec. Majalaya

Sekretaris merangkap anggota : Sekretaris Kecamatan Majalaya

Bendahara merangkap anggota : Penilik Generasi Muda Majalaya

Anggota : 1. Kepala KUA Kecamatan Majalaya

2. Ketua Cabang PGRI Kec. Majalaya

3. Kepala UPTD Yankes Kec. Majalaya

4. Ketua K3S Kec. Majalaya

5. Ketua BAPOPSI Kec. Majalaya

6. Ketua KGRI Kec. Majalaya

7. Ketua MUI Kec. Majalaya

8. Ketua DMI Kec. Majalaya

9. Ketua DKM Kec. Majalaya

10. Pimpinan Bank Se-Kec. Majalaya

11. Kepala KANCATEL Kec. Majalaya

12. Kepala PT. Pos Kec. Majalaya

13. Kepala UPTD Terminal Majalaya

14. Kepala Unit Pasar

15. Para Pengawas TK/SD Kec. Majalaya

16. Para Penilik PLSPO Kec. Majalaya

17. Para Kepala Desa Se Kec. Majalaya

18. Para Kepala SMP/MTs dan SMA/SMK/MA

se Kec. Majalaya

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN

KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN BANDUNG

NOMOR : 011 TAHUN 2013

TENTANG

SUSUNAN PENGURUS KWARTIR RANTING GERAKAN PRAMUKA

KECAMATAN MAJALAYA MASA BAKTI 2013 - 2016

1. Ketua merangkap anggota : Drs. Anwar Mulyadi

2. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda : Tatang Diana, S.Pd, MG

3. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa : Yanto Suranto SR, M.M.Pd, LMG

4. Wakil Ketua Bidang Keuangan : Ending Sutrisna, S.Pd

5. Wakil Ketua Bidang Organisasi, Hukum dan Kerjasama : Agus Djukardi W, S.Pd, M.Pd

6. Wakil Ketua Bidang Abdimas dan Humas : Asep Suparna, S.Pd

7. Wakil Ketua Bidang Usaha dan Koperasi : Dedi Setiabudhi, S.Pd, MG

8. Wakil Ketua Bidang Sarana dan Prasarana : Uun Harun, S.Pd

9. Sekretaris : Ade Muhammad Noeh

10. Andalan Ranting Urusan Keuangan : Tuti Rohaeti, S.Pd

11. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga Putera : 1. H. Dikdik Usman, S.Pd

2. Irwan Kurniawan

12. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Siaga Puteri : 1. Iros Rosmawati, S.Pd, MS

2. Ai Rosmini, S.Pd

3. Lilis Liestiani, S.Pd

13. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penggalang Putera : 1.Ruhimat AR,S.Pd,M.M.Pd,MG

2.Yana Triana,S.Pd,M.M.Pd,MG

3. Ahmad Sholeh, S.Pd

14. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Penggalang Puteri :1.Dra.Etin Rosmiatin,M.MPd,MG

2. Komala Dewi N, S.Pd, MG

3. Neneng Yuni, S.Pd, M.Pd

15. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Putera : 1. Jajang Juhana, S.Pd, M.M.Pd

2. H. Dani K, M.M.Pd

3. Nana Sugiana, MT

4. Iyep Komarudin, S.Pd.I, MT

16. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Puteri : 1. Dede Kurniasih, S.Pd

2. Lilis Yuyun, S.Pd, M.Pd

3. Dedeh Jubaedah, MT

4. Ikeu N, S.Pd

17. Andalan Ranting Urusan Satuan Karya Pramuka : 1. IPDA. Margiana

2. Agus Rafik Erawan, S.Pd, MT

18. Andalan Ranting Urusan Organisasi, Hukum dan Kerjasama : 1. Endep, S.Pd

2. Ahmad Muslim S, S.Pd

19. Andalan Ranting Urusan Abdimas dan Humas : 1. Ceceng, S.Pd.I

2. Ayi Jamaludin, S.Pd

3. Asam Mulyana, S.Pd

4. Suryana Koswara / Izur

20. Andalan Ranting Urusan Usaha dan Koperasi : Agus Darwono

21. Andalan Ranting Urusan Sarana dan Prasarana : 1. Ir. Dindin Wahyudin

2. Muhammad Alimi, SE, S.Pd

Lembaga Pemeriksa Keuangan

1. Pipih Hanafiah, S.Pd

2. ……………………………………….

3. ……………………………………….

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN

KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN BANDUNG

NOMOR : 013 TAHUN 2013

TENTANG

SUSUNAN PENGURUS MAJELIS PEMBIMBING RANTING GERAKAN PRAMUKA

KECAMATAN IBUN MASA BAKTI 2013 - 2016

Ketua merangkap anggota : Camat Kecamatan Ibun

Wakil Ketua merangkap anggota : Danramil Ibun

Wakil Ketua merangkap anggota : Kapolsek Ibun

Wakil Ketua merangkap anggota : Kepala UPTD TK/SD Kec. Ibun

Wakil Ketua merangkap anggota : GM. PT. Indonesia Power Kamojang

Wakil Ketua merangkap anggota : GM. PT. Pertamina Kamojang

Sekretaris merangkap anggota : Sekretaris Kecamatan Ibun

Anggota : 1. Kepala KUA Kecamatan Ibun

2. Ketua PGRI Kec. Ibun

3. Kepala UPTD Puskesmas Sudi Kec. Ibun

4. Kepala Puskesmas Ibun Kec. Ibun

5. Ketua PLKB Kecamatan Ibun

6. Ketua Koperasi Kecamatan Ibun

7. Para Pengawas TK/SD Kec. Ibun

8. Para Penilik PLSPO Kec. Ibun

9. Para Kepala Desa Se Kec. Ibun

10. Para Kepala SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se Kec. Ibun

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN

KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN BANDUNG

NOMOR : O14 TAHUN 2013

TENTANG

SUSUNAN PENGURUS KWARTIR RANTING GERAKAN PRAMUKA

KECAMATAN IBUN MASA BAKTI 2013 - 2016

1. Ketua merangkap anggota : Cece Sutisna, S.Pd, MG

2. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda : Endang Daryana, S.Pd

3. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa : Dindin, S.Pd

4. Wakil Ketua Bidang Keuangan, Usaha dan Koperasi : Sulastri, S.Pd

5. Wakil Ketua Bidang Organisasi, Hukum, Kerjasama

Abdimas dan Humas : Dani Ramdani, S.Pd, MG

6. Wakil Ketua Bidang Sarana dan Prasarana : Yanyan Suryana, S.Pd, MT

7. Sekretaris : Suganda, S.Pd

8. Andalan Ranting Urusan Keuangan : Isak Fauzi, S.Pd

9. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Muda Putera : 1. Uu Usman Paweka, S.Pd

2. Agus Firmansyah

3. Hardiyanto, S.Pd

4. Suhendi, S.Pd

10. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Muda Puteri : 1. Mimin Rukmini, S.Pd

2. Dindin Cintasari, S.Pd

3. Tuti Juati, S.Pd

11. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Putera : 1. Naya Narayana, S.Pd

2. Cepi Nugraha

3. Nana Hermana, S.Pd

4. Asep Maya

12. Andalan Ranting Urusan Pembinaan Anggota Dewasa Puteri : 1. Siti Rodiah, S.Pd

2. Nina Karlina, S.Pd

3. Isni, S.Pd.I

4. Lilis Yuningsih, S.Pd

13. Andalan Ranting Urusan Pendidikan dan Latihan : 1. Shidik Purnomo, S.Pd.I

2. Atep

3. Roky Yogaswara

4. Ari Sabilulungan, S.Pd, MM

14. Andalan Ranting Urusan Satuan Karya Pramuka : 1. Dani Ramdani

2. Ari Januar, S.Pd.I

3. Taryati, S.Pd

4. Tatang, S.Pd

15. Andalan Ranting Urusan Organisasi, Hukum dan Kerjasama : 1. Iis Cicin Kuraesin, S.Pd, MS

2. Yayan, S.Pd.I

3. Sumarna, S.Pd

4. Danis Watgatawekal, S.Pd.I

16. Andalan Ranting Urusan Abdimas dan Humas : 1. Omar Wiguna, S.Pd

2. Didin Samsudin

3. Apep Septian Nugraha

17. Andalan Ranting Urusan Usaha dan Koperasi : 1. Kokom Kaliana, S.Pd

2. Hj. Sri Gusteti, S.Pd

3. Lilis Kurniawati, S.Pd

4. Noneng Rosmaya, S.Pd

18. Andalan Ranting Urusan Sarana dan Prasarana : 1. Omar

2. Ukar, S.Pd

3. Lilis Kurniasih, S.Pd

19. Andalan Ranting Urusan Penegak dan Pandega Putera : Rizky /Ketua DKR

20. Andalan Ranting Urusan Penegak dan Pandega Puteri : Eneng Setiani/Wakil Ketua DKR

Lembaga Pemeriksa Keuangan

1. Odih Sodikin

clip_image002Perkemahan Bakti Saka Taruna Bumi tingkat Nasional, atau yang biasa disingkat dengan Pertikabuminas, untuk kelima kalinya dilaksanakan. Setelah sebelumnya pernah diadakan di Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, serta Jakarta kembali. Dengan tema "Bersama Kita Tingkatkan Semangat Tarunabumi untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan", kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan anggota Saka Tarunabumi dalam keterampilan serta pengembangan dunia pertanian, serta memperkuat tali silaturahim antar anggota Saka Tarunabumi di seluruh Indonesia. 
Struktur pemerintahan dalam perkemahan ini terdiri dari 1(satu) Kecamatan Bhinneka Tunggal Ika, 2(dua) orang Nagari (setingkat kelurahan) yaitu Nagari Putra "Datuak Parpatih Nan Sabatang" dan nagari Putri "Puti Indo Jalito", serta 6 (enam) Jorong (setingkat RW) yaitu Putra (1) Koto, (2) Chaniago, dan (3) Tanjung, dan Putri (1) Bodi, (2) Jambak, dan (3) Malayu.

Berdasar data pada hari Sabtu pukul 23.00 WIB, jumlah warga perkemahanclip_image004 yang akan terlibat dalam kegiatan ini adalah sebanyak 453 orang peserta putra, 393 orang peserta putri, 23 orang Pinkonda putra, 20 orang Pinkonda Putri, 64 orang Bindamping Putra, 45 orang Bindamping Putri, 79 orang peninjau putra, 33 orang peninjau putri, 28 orang petugas pameran putra dan 11 orang petugas pameran putri, sehingga jumlah seluruhnya adalah 1149 orang.

Kegiatan Pertikabuminas 2013 ini akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari, yaitu dari tanggal 24 - 30 Juni 2013. Secara umum pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi 8 (delapan) bagian, yaitu Bagian Kegiatan Umum, Bakti Fisik, Bakti Non Fisk, Wawasan dan Keterampilan, Seni Budaya, Giat Prestasi, Wisata, dan Kegiatan Khusus.

clip_image006Sebagai kontingen daerah yang mengirim peserta terbanyak yang mengirimkan 88 peserta (39 peserta Puteri, 49 Peserta Putra) yang dipimpin oleh ka Mochammad Zamzam R (Pinkonda Putera) dan ka Ai Aisyah (Pinkonda Puteri) Konda JABAR langsung mendominasi jalannya kegiatan. Yel-yel pembakar semangat pun selalu di nyanyikan Konda JABAR untuk mendukung dan mensupport jalannya kegiatan. Alhasil Konda JABAR pun meraih beberapa penghargaan pada kegiatan prestasi, dan menraih gelar Juara Umum Kedua setelah Padang. Adapun hasil yang diraih konda JABAR adalah:

1. Juara 1 Seleksi Anak Ayam DOC

2. Juara 2 Karya Ilmiah Tepat guna

3. Juara 2 Seleksi dan Produksi Benih Hortikultura

4. Juara 2 K3

5. Juara 2 Seleksi Induk Ikan Lele.

Dari semua prestasi yang di dapat oleh konda JABAR, konda jabar pun meraih gelar sebagai Juara Umum II setelah Tuan rumah Sumatera Barat yang meraih Juara Umum I,

Menjelang libur panjang pada akhir tahun pelajaran, SDN Jati mengadakan kegiatan Persami ( Perkemahan Sabtu Minggu) pada ( 22/06 ). Kegiatan ini merupakan program tahunan Gugus Depan 11.025-11.026 yang diikuti oleh peserta/siswa dari kelas IV – VI. Dan pada akhir tahun ini, gugus depan ini juga melaksanakan kegiatan sertijab Pengurus Dewan Pasukan Penggalang. Sebelumnya kegiatan ini dibuka pada acara pembukaan oleh Kwarran Baleendah dan Ka. Mabigus SDN Jati I Kak. Heti Hendarti S.Pd.

Persami ini diikuti oleh peserta lebih dari 57 orang yang terdiri dari beberapa regu diantaranya regu Bambung hideung, tongeret dan mawar bodas. Bagi peserta persami, kegiatan ini sangat dinanti dan ditunggu karena dalam kegiatan ini peserta dapat melepas kepenatan dari sederet kegiatan belajar. Peserta begitu antusias mengikuti persami dan merasa sangat senang menurut komentar salah satu peserta persami.

Banyak agenda kegiatan pada persami kali ini, diantaranya kegiatan hiburan dan kebersamaan, joged TB TB, nonton bareng, dan kegiatan lainnya yang dijamin peserta tidak boring dalam mengikuti persami ini.

Dibawah asuhan Kak. Asep Sodikin, pangkalan ini cukup aktif dalam berbagai kegiatan, baik kegiatan yang disenggarakan di gugus depan, maupun diluar gugus depan sepertihalnya mengikuti sederet perlombaan dengan meraih berbagai macam kejuaraan dan kegiatan partisipan lainnya baik yang diselenggarakan oleh Kwarran atau kwarcab. Seluruh peserta didik begitu semangat setiap kali berlatih hal ini dibuktikan dengan menguasainya peserta didik dalam berbagai materi, baik materi teknik kepramukaan, Baris berbaris, dan lainnya.

Selain merupakan program tahunan, sisi lain dari pelaksanaan kegiatan persami ini merupakan evaluasi hasil selama satu tahun kebelakang, evaluasi dari materi yang disampaikan, tingkat penguasaaan materi, melihat sejauh mana kedisiplinan, kebersamaan dan kekompakan para anggota pramuka. Yang nantinya akan dikembangkan ditahun berikutnya, sehingga pelaksanaan aktifitas kegiatan latihan kepramukaan tidak monoton, yang diharapkan mampu membuat kegiatan yang lebih kreatif, menarik dan manantang.

Pangkalan yang berada di jln. Andir Dayeuhkolot tepat berada di Kp. Parunghalang ini merupakan salah satu pangkalan yang aktif di wilayah Kwarran Baleendah. Kwaraan Baleendah sendiri memiliki banyak Pangkalan SD yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan banyak potensi yang dimiliki tentu Kwarran perlu merangkul pangkalan pangkalan dari SD. SMP dan SMA/sederajat. Baik dengan kegiatan kegiatan kepramukaan, perkemahan, pelatihan serta pembinaan yang berkesinambungan, sehingga para peserta didik ini diharapkan kedepan menjadi penerus generasi bangsa, yang mempunyai semangat kepemimpinan yang yang mengamalkan Trisatya dan berkarakter Dasadarma. Dengan begitu, Gerakan Pramuka memiliki calon pemuda pemudi masa depan yang lebih baik. Dan tentu ini merupakan tugas baik dari pihak sekolah dalam hal ini guru guru untuk membimbing peserta didik dalam memberikan pengetahuan keilmuan, juga orang tua dan keluarga yang mempunyai andil besar dalam mendidik dan membina putra putrinya.

Dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya, Unit Protokol Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung dituntut untuk bekerja secara profesional sehingga hal ini mendorong adanya upaya-upaya peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia organisasi. Upaya-upaya tersebut diimplementasikan ke dalam sebuah kegiatan yang berorientasikan pada prinsip dasar kepramukaan sebagai dasar dari kegiatan kepramukaan dan Metode Kepramukaan sebagai implementasi dalam memberikan pendidikan watak bagi peserta didik melalui kegiatan kepramukaan yang menarik, menantang dan bersifat fleksibel.

Sebagai implementasi kegiatan yang dimaksud di atas, Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Bandung telah mengadakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Satuan Pelaksaanaan Keprotokolan yang bertujuan mencetak kader-kader protokoler baru yang handal, bertanggung jawab, dan memiliki profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Kegiatan Diklat Satlak Protokol Ke VI Kwartir Cabang Kabupaten Bandung ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega perwakilan dari setiap Kwartir Ranting dan Gugus Depan Gerakan Pramuka di wilayah kerja Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung yang telah diseleksi terlebih dahulu, sehingga maka didapat 30 orang yang terdiri dari 13 orang putera dan 17 orang puteri dan berhak mengikuti Diklat Satlak Protokol Ke VI.

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Satuan Pelaksana Keprotokolan ini berlangsung 3 hari 2 malam yang bertepatan pada tanggal 25 sampai dengan 27 Juni 2013, yang bertempat di sekretariat Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung. Kegiatan ini berjalan dengan penuh khidmat sehingga dalam pelaksanaan yang telah di rencanakan oleh pelaksana kegiatan berjalan dengan lancar, peserta diklat ini sangat antusias mendapatkan Materi-materi yang diberikan oleh pemateri tentang keprotokolan. Materi yang diberikan kepada peserta diantaranya Teknik Pengawalan Perjalanan Dinas, Protokol dan Ruang Lingkupnya, Peresensi, Teknik Pembuatan Acara, Tata Upacara umum dan Tata Upacara Pramuka, Teknik Berbicara didepan umum, Hubungan Dewan Kerja Dengan Kwartir Dan Satuan Pelaksana Atau Unit Kerja serta baris berbaris, selain daripada itu para peserta ditempa pengetahuan tentang PP Seragam Pramuka yang baru, supaya setelah selesai di diklat para peserta dapat menjadi Satuan Protokol yang handal dan menjadi Cerminan bagi Kwartir Cabang Kabupaten Bandung yang mampu bersaing dengan Satuan protokol diatasnya. Materi - materi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan satuan pelaksana keprotokolan ini disampaikan oleh para akademisi serta praktisi diataranya turut hadir Kepala Subag Protokol Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung

Satuan protokol sangatlah penting diadakannya, karena menjadi bagian dari kwartir dalam pengaturan tata upacara serta penyetingan tata tempat dimana protokol lah yang menjadi ujung tombak pelaksana upacara pembukaan dan penutupan suatu kegiatan. Perlu kiranya kita mengakui bahwa keberadaan protokol sangatlah penting untuk kita bentuk, karena dalam pelaksanaan upacara baik itu upacara umum ataupun upacara pramuka masih terdapat banyak kekurangan sehingga pelaksanaan upacara kurang khidmat. Maka dari itu dengan pembentukan satlak protokol ke VI ini menjadi unggul seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan pramukalah yang akan membuka paradigma baru sesuai dengan perkembangan zaman. Maju Terus Pramuka Indonesia.

Sahabat-sahabat boyan, dalam aktivitas kita sehari-hari kecelakaan bisa saja terjadi kepada setiap orang bahkan diri kita sendiri, mulai dari kecelakaan yang kecil sampai yang besar. Nah sahabat boyan, dalam edisi wawasan kali ini akan mencoba memberikan tips-tips tentang bagaimana penanganan pertolongan pertama pada kecelakan yang mengakibatkan patah tulang.

Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.
Jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala patah tulang antara lain:

1. Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang

2. Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan

3. Sulit menggerakkan bagian yang terluka

4. Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya

5. Terlihat bengkak

6. Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka

7. Terlihat ada perubahan bentuk

8. Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya

9. Bagian tubuh yang luka terlihat membiru

Apabila menemui gejala-gejala di atas, penanganan darurat yang dapat dilakukan adalah:

1. Buka jalan napas, lakukan napas buatan jika diperlukan

2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.

3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.

4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.

5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.

6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.

7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.

8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.

9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.

10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.

Dikutip dari berbagai sumber